Sabtu(18/04/26)- IGTKI-PGRI Kecamatan Ngaliyan mengadakan festival budaya dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan diadakan lomba kreasi tari “Jangkrik Genggong”. Kegiatan ini diikuti 50 sekolah jenjang TK yang berada di wilayah Kecamatan Ngaliyan. Kegiatan ini diadakan di Gor Univet Semarang.
TK Hj. Isriati Baiturrahman 2 juga turut menjadi salah satu peserta lomba. TK Hj. Isriati Baiturrahman 2 membentuk satu tim yang terdiri 80 siswa-siswi terbaik dari kelompok TK A dan TK B yang telah diseleksi langsung oleh penanggung jawab bakat minat yaitu Martini SPd AUD dan Siti Aisah SPd serta dibantu oleh guru tari Siti Nur Azizah. Bapak ibu guru juga turut membantu dalam proses latihan. Tahapan seleksi dimulai dari siswa mengikuti beberapa gerakan dasar, mampu mengikuti irama lagu serta konsekunsi dan juga fokus dalam mengikuti latihan. Martini SPd AUD menyampaikan bahwa “mengikuti lomba tari adalah salah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak. “Proses latihan yang melelahkan rasanya langsung terbayar lunas begitu mereka menginjakan kaki di panggung dan mendengar gemuruh tepuk tangan penonton. Atmosfer kompetisinya sangat luar biasa dan kami bisa melihat begitu banyak bakat hebat dari anak-anak kita”, ungkapnya.
Menurut Siti Aisah SPd selaku penanggung jawab sie bakat minat mengikuti lomba menari tingkat kecamatan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak dan tim pembina. “Di balik setiap gerakan yang ditampilkan, ada proses panjang berupa latihan disiplin, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah. Lomba ini bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang keberanian tampil, menghargai seni budaya, dan menjunjung tinggi sportivitas. Kami sangat bangga melihat anak-anak tampil percaya diri dan membawa nama baik sekolah.
Keuletan dan tekad serta semangat dalam berlatih, TK Hj. Isriati Baiturrahman 2 berhasil meraih juara terbaik 3. Keberhasilan tersebut juga memberikan dampak baik bagi siswa-siswi menurut Martini SPd AUD bahwa menang atau kalah itu hal yang biasa dalam kompetisi, yang terpenting adalah keberanian untuk tampil dan memberikan yang terbaik. “Teruntuk anak-anakku dan para guru tetap jaga kekompakan dan teruslah berkarya” ungkapnya.
Harapan akan setiap perlombaan akan tetap selalu ada dan bentuk konsekuensi untuk melakukan perubahan menuju yang terbaik, begitu juga yang disampaikan oleh Siti Aisah SPd semoga melalui kegiatan ini, kecintaan siswa terhadap seni tari semakin tumbuh. Kami berharap ke depan sekolah dapat terus membina, memberi ruang, dan dukungan lebih luas agar bakat seni siswa semakin berkembang dan mampu mengharumkan nama sekolah hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Martini menambahkan “semoga di perlombaan berikutnya, tim tari kita memiliki bibit-bibit baru yang bisa tampil lebih solid, meminimalisir kesalahan teknis, dan bisa membawa kemenangan” ungkapnya.


